Mengenal Akidah Islam yang Benar

Rp40.000

Judul: MENGENAL AKIDAH ISLAM YANG BENAR
Panduan Praktis dengan Metode Tanya Jawab
Judul asli: A’lam as-Sunnah al-Mansyurah li I’tiqad ath-Tha’ifah an-Najiyah al-Manshurah
Penulis: Syaikh Hafizh bin Ahmad al-hakami
Ukuran: 14,5 X 21 cm.
Tebal: 316 Hlm.

Telah Dilihat 29 Pengunjung

Deskripsi

Buku ini merupakan ringkasan akidah Islam berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah yang disusun dengan metode tanya jawab dan dilengkapi dalil al-Qur`an dan hadits. Fokus utamanya adalah penjelasan tauhid sebagai tujuan manusia diciptakan dan sebagai inti risalah seluruh nabi. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, yaitu melaksanakan segala ucapan dan perbuatan yang dicintaiNya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan syariat.

Buku ini menerangkan bahwa agama memiliki tiga tingkatan: Islam, Iman, dan Ihsan. Islam ditegakkan di atas lima rukun, dimulai dengan syahadat yang mengandung penafian seluruh sembahan selain Allah dan penetapan ibadah hanya kepa-daNya, serta kewajiban mengikuti Rasulullah. Iman meliputi keyakinan hati, ucapan lisan, dan amal anggota badan yang dapat bertambah dan berkurang. Inti iman adalah merea-lisasikan tauhid dalam tiga bentuk: Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Shifat. Lawan tauhid adalah syirik, baik besar maupun kecil, yang me-rusak keimanan sesuai tingkatannya.

Selanjutnya dijelaskan rukun iman: iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan takdir. Malaikat adalah makhluk taat yang memiliki berbagai tugas. Kitab-kitab Allah seluruhnya benar, dan al-Qur`an menjadi penutup, pembenar, dan penjaga kitab sebelumnya, al-Qur`an firman Allah, bukan makh-luk. Para rasul seluruhnya menyeru kepada tauhid dengan syariat yang berbeda-beda, dan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah penutup para nabi dengan mukjizat terbesar yaitu al-Qur`an.

Pembahasan hari akhir mencakup kematian, alam kubur, kebangkitan, hisab, mizan, shirath, syafaat, surga dan neraka. Semua itu mendorong manusia beramal ka-rena setiap perbuatan akan dibalas secara adil. Adapun iman kepada takdir mengajarkan bahwa seluruh kejadian berada dalam ilmu, pencatatan, kehendak, dan penciptaan Allah, namun manusia tetap memiliki pilihan sehingga wajib berusaha dan tidak boleh menjadikan takdir sebagai alasan meninggalkan syariat.

Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat hanya diraih dengan memurnikan tauhid, mengikuti wahyu, berpegang kepada sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beriman kepada seluruh rukun iman, serta menerima takdir, dengan tetap terus beramal hingga Ajal menjemput.