Orang Mukmin yang kuat, maksudnya adalah yang kuat keimanannya.
Keimanan dalam hati itu berbeda-beda dari sisi kuat dan lemahnya, bertambah dan berkurangnya. Dan iman orang-orang yang hidup terakhir ini, bukanlah seperti imannya orang-orang terdahulu.
Semakin kuat iman seseorang Mukmin, akan semakin kuat pula keinginannya dalam mengerjakan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.
Apabila iman seorang Mukmin lemah, maka lemah dan berkurang pula keinginannya untuk mendapatkan yang ada di sisi Allah. Ia berbuat minimal dalam melaksanakan kewajiban, namun terus berbuat yang diharamkan. Oleh karena itu,
اَلْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ.
“Orang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang Mukmin yang lemah.” Diriwayatkan oleh Muslim.
Karena orang Mukmin yang kuat akan senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan melaksanakan amalan wajib kemudian amalan sunnah, di mana hal itu adalah penyebab datangnya cinta Allah kepada seorang hamba.
Sumber: 40 Karakteristik Mereka yang Dicintai Allah, 205-208, Darul Haq
![]()

